Ekonomi Pembangunan

PROFIL SINGKAT

Salah satu program studi yang terdapat di Fakulktas Ekonomi dan Bisnis UPN "Veteran" Yogyakarta yaitu Ekonomi Pembangunan dimana saat ini telah terakreditasi UNGGUL.

 

BULETIN INFORMASI

Survey Kelulusan (Tracer Study)

 

Press Release: "Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Workshop Evaluasi Kurikulum 2024 dan Penguatan Implementasi RPS OBE"

Yogyakarta, 14 Oktober 2026 – Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Evaluasi Kurikulum pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui evaluasi dan penyempurnaan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu ekonomi, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan kompetensi lulusan di tingkat nasional dan internasional.

Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Januar Eko Prasetio, S.E., M.Si., A.K., CA., ASEAN CPA., MPA.  Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan (stakeholders). Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya partisipasi bersama dalam mengevaluasi kualitas penyelenggaraan pendidikan dan memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan mampu menjawab kebutuhan akademik maupun perkembangan dunia profesional.

Workshop ini berfokus pada evaluasi Kurikulum 2024 yang saat ini berlaku, meliputi penelaahan struktur kurikulum, substansi mata kuliah, capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta strategi pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu dipertahankan, diperkuat, maupun disempurnakan agar kurikulum tetap relevan dengan perkembangan ilmu ekonomi pembangunan dan kebutuhan kompetensi lulusan.

Salah satu agenda penting dalam workshop ini adalah penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) dalam bahasa Inggris. Agenda tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat implementasi Kurikulum 2024 melalui perangkat pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran terukur. Pendekatan OBE menekankan keselarasan antara capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), materi pembelajaran, metode pengajaran, dan sistem penilaian. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada ketercapaian kompetensi yang diharapkan dari mahasiswa.

Penyusunan RPS OBE berbahasa Inggris juga menjadi bagian dari upaya program studi untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan. Penggunaan bahasa Inggris dalam dokumen pembelajaran diharapkan mendukung pengembangan kolaborasi akademik internasional, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pemanfaatan literatur dan sumber pembelajaran bereputasi internasional. Langkah ini juga dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kelas internasional dan berbagai bentuk kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi mitra.

Dalam kaitannya dengan evaluasi Kurikulum 2024, penyusunan RPS OBE berbahasa Inggris tidak sekadar berupa penerjemahan dokumen ke dalam bahasa Inggris. Proses tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meninjau kualitas perencanaan pembelajaran, ketepatan rumusan capaian pembelajaran, keselarasan metode dan instrumen penilaian, serta relevansi materi kuliah dengan kebutuhan kompetensi lulusan. Hasil evaluasi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi perbaikan perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada hasil belajar mahasiswa.

Pelibatan mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan memberikan perspektif penting dalam proses evaluasi. Masukan mahasiswa dapat menjadi bahan refleksi terhadap pengalaman belajar, sedangkan pandangan alumni dan pemangku kepentingan membantu menilai relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor ekonomi. Dosen juga berperan penting dalam memastikan kesesuaian substansi akademik, perkembangan keilmuan, dan penerapan metode pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi.

Melalui Workshop Evaluasi Kurikulum ini, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UPN “Veteran” Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk melaksanakan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Evaluasi terhadap Kurikulum 2024 dan penyusunan RPS OBE berbahasa Inggris diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran, meningkatkan daya saing lulusan, serta mendukung pengembangan program studi yang berorientasi pada standar mutu pendidikan tinggi dan wawasan global.

Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan, Program Studi Ekonomi Pembangunan diharapkan mampu terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan tantangan zaman serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Press Release: "Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta dan Ming Chi University Taiwan Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat yang Berdampak dan Berkelanjutan"

Yogyakarta, 05 Oktober 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan. Kunjungan akademik MCUT terdiri dari 2 dosen dan 17 mahasiswa tersebut dimanfaatkan untuk berbagi praktik baik pengabdian masyarakat antara UPN “Veteran” Yogyakarta dan MCUT melalui workshop yang diselenggarakan pada Senin, 5 Oktober 2026. Workshop tersebut diikuti dosen dan mahasiswa dari enam program studi di lingkungan FEB dan membahas bagaimana pemberdayaan masyarakat oleh perguruan tinggi dapat memberi dampak nyata dan berkelanjutan.

Dalam workshop tersebut, Prof. Jau-Rong (Kelly) Chen, Ketua University Social Responsibility MCUT sekaligus Direktur IMBA memaparkan materi “From Research to Impact: Building Sustainable Academic Collaboration between Taiwan and Indonesia”. Ia memperkenalkan Sanxia Living Lab, ruang kolaborasi berkelanjutan antara dosen, mahasiswa, dan mitra lokal yang telah menjangkau lebih dari 4.351 peserta melalui 120 kegiatan, termasuk 986 peserta internasional dan 1.041 warga komunitas. Pendekatan ini dijalankan lewat model pembelajaran PLACE (Place-based learning, Local cultural immersion, Action-oriented collaboration, Cross-cultural communication, dan Experiential reflection) yang menghubungkan riset, perkuliahan, dan praktik di masyarakat dalam siklus yang terus diperbaiki berdasarkan masukan mitra.

Dari UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Avido Yuliestyan memaparkan model pengelolaan pengabdian yang mengintegrasikan hibah pengabdian dosen dengan KKN mahasiswa. Hibah menghadirkan peralatan dan keahlian, sementara tim KKN multidisiplin menghadirkan waktu, kehadiran, dan pendampingan harian. Di Desa Wonokromo, Wonosobo, misalnya, mesin pencacah sampah organik dipadukan dengan pengomposan dan budidaya maggot BSF, dilengkapi SOP, pelatihan, dan operator lokal agar sistem tetap berjalan setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Pengabdian Kolaboratif di Desa Wukirsari


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengabdian kolaboratif di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul pada tanggal 8 Oktober 2026, kegiatan tersebut diatur oleh tim internasional Jurusan Manajemen dengan peserta tim MCUT dengan diikuti mahasiswa dari 3 jurusan di FEB. Wukirsari merupakan salah satu desa dampingan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pada semester genap 2025/2026, Program Studi S1 Manajemen juga telah melaksanakan program MBKM Bina Desa di desa tersebut. Kegiatan Bina Desa telah diikuti oleh 10 mahasisa dan selama 1 semester mahasiswa belajar di Desa tersebut untuk dapat konversi 12-20 SKS.

Menurut Ketua Jurusan Manajemen, Dr. Titik Kusmantini, S.E., M.Si, program Bina Desa telah menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi mitra, antara lain pendampingan pemasaran digital, penyusunan basis data berbasis aplikasi, serta draf buku Kekayaan Intelektual tentang motif batik koleksi Paguyuban Batik Tulis Giriloyo.

Ketua Bina Desa, Safina, menjelaskan bahwa basis data motif dan filosofi batik disusun untuk mengedukasi wisatawan lokal maupun mancanegara. Cukup dengan memindai barcode pada setiap kain di showroom paguyuban, wisatawan dapat mengetahui perajin pembuatnya, harga, waktu produksi, serta nama dan filosofi motif kain tersebut.

Kaprodi S1 Manajemen, Asri Sekar Firdaus, S.M, M.Sc, menambahkan bahwa desa binaan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenali potensi dan permasalahan desa, sekaligus merumuskan pemecahan masalah bersama mitra.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Titik Kusmantini, S.E., M.Si, mewakili tim abdimas “Pemberdayaan UKM Batik Berbasis Lean Six Sigma di Paguyuban Batik Tulis Giriloyo, Wukirsari, Bantul”. Selaku ketua pengabdi hibah PkM Internal (2026) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa sepatu boot, sarung tangan karet, dan celemek berbahan karet untuk dipakai perajin dalam melakukan kegiatan proses pelorodan warna. Alat ini meningkatkan safety bagi perajin batik, selain mendukung lingkungan kerja yang sudah di desain tata ulang lebih ergonomis, aman dan mendukung pergerakan waktu produksi yang lebih cepat. Program abdimas lain yang dilakukan tim abdimas adalah memberikan edukasi bagi para perajin untuk memahami diagram alur atau tahapan proses membatik apa saja yang menjadi bottleneck dan tidak menghasilkan nilai tambah beserta mencari solusi bersama untuk tindak lanjut mitigasi atas permasalahan dalam proses produksi.

Kegiatan ini menegaskan gagasan yang disampaikan kedua narasumber: pemberdayaan yang berdampak lahir dari kerja sama yang berulang, berakar pada kebutuhan lokal, dan melibatkan mitra sejak awal. Tim MCUT selama berkunjung di Yogyakarta (3-10 Oktober 2026) telah melakukan rangkaian kegiatan kolaboratif, harapan Prof Januar Eko Prasetio, SE, MSi, Akt ke depan kedua institusi membuka peluang kolaborasi lanjutan. Misalkan seperti studi kasus komparatif pembangunan lokal, tim mahasiswa lintas universitas, dan pertukaran dosen untuk mengembangkan riset dan pengajaran bersama.

 

Press Release: "Forum Skenario Fiskal APBN 2025: “Fiskal Tangguh, Ekonomi Bertumbuh.”"

Yogyakarta, 19 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Skenario Fiskal APBN 2025 dengan tema “Fiskal Tangguh, Ekonomi Bertumbuh.” Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara FEB UPN ”Veteran” Yogyakarta dan Direktorat Strategi APBN, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Dekan FEB UPNVY yang menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dalam memahami arah kebijakan fiskal Indonesia. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang belajar yang nyata agar lebih siap menghadapi tantangan perekonomian di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bapak Wahyu Indrawan, Kasubdit Program dan Manajemen Pengetahuan DJSEF Kemenkeu; Bapak Widiyanto, Analis Kebijakan Madya; serta Dr. Ardito Bhinadi, S.E., M.Si., dosen FEB UPNVY yang juga menjadi pemateri. Kegiatan yang dikelola langsung oleh Direktorat Strategi APBN, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerja  sama dengan Laboratorium Ekonomi Makro dan Keuangan Perbankan Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UPNVY ini menghadirkan 22 pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan 150 peserta yang merupakan mahasiswa FEB UPNVY.

Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang membahas arah dan tantangan kebijakan fiskal 2025–2026. Paparan ini memberikan wawasan tentang bagaimana kebijakan fiskal dirancang untuk menjaga ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapat penjelasan lebih mendalam mengenai Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM), kebijakan fiskal, dan penggunaan tools simulasi APBN. Penjelasan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki simulasi penyusunan APBN. 

Simulasi dilakukan dalam beberapa kelas, di mana mahasiswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk merancang postur APBN berdasarkan skenario yang diberikan. Dengan antusias, mereka mendiskusikan prioritas belanja, target pendapatan, hingga strategi menjaga defisit sesuai aturan fiskal. Kegiatan ini tidak hanya menguji pemahaman mahasiswa, tetapi juga melatih mereka berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif.

Menjelang sore, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil simulasi di hadapan narasumber dan peserta lainnya. Presentasi ini memunculkan diskusi yang hidup, diwarnai dengan tanggapan dan masukan dari pejabat Kemenkeu maupun dosen UPNVY.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya yaitu:

  1. Mengomunikasikan kebijakan fiskal dan pengaruh perubahan ADEM (Asumsi Dasar Ekonomi Makro) dalam penyusunan APBN.
  2. Menciptakan ruang diskusi yang konstruktif bagi civitas akademika untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran terkait kebijakan fiskal nasional.

Forum ditutup dengan harapan agar mahasiswa dapat terus mengasah pemahaman mereka mengenai kebijakan publik, sementara kerja sama antara Kementerian Keuangan dan UPNVY semakin diperkuat demi menghasilkan generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

 

Press Release: "Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2025 Goes to Campus: Gusti Putri Tekankan Pentingnya Memahami Nilai Historis Batik"

Yogyakarta, yang sejak Oktober 2014 ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia dengan slogan “Jogja Kota Batik Dunia”, terus menguatkan komitmen dalam menjaga kelestarian batik. Batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan nilai historis, global, ramah lingkungan, dan ekonomi yang tinggi.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah Istimewa Yogyakarta, GKBRAA Paku Alam, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2025 Goes To Campus pada Jumat (26/9). Acara berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Gedung Akuntansi UPN “Veteran” Yogyakarta.

Dalam paparannya, Gusti Putri menekankan pentingnya masyarakat Yogyakarta memahami nilai historis dan orisinalitas Batik Jogja. Ia menyesalkan jika batik hanya dipandang sebatas busana tanpa dikenali makna filosofisnya.

“Sangat disayangkan kalau hanya memakai batik, tetapi tidak tahu nilai historis dan orisinalitasnya. Sebagai orang Jogja, kita harus mengenal batik dengan baik, karena bagaimana pun juga kita harus menyayangi batik,” ujarnya.

Gusti Putri juga berbagi pengalamannya sebagai seorang pembatik sejak tahun 2011. Inspirasi karyanya banyak bersumber dari naskah kuno berusia ratusan tahun yang tersimpan di Pura Pakualaman. Pada kesempatan itu, ia turut memperkenalkan batik khas Pura Pakualaman, yakni batik Asthabrata, serta menjelaskan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, batik klasik seperti motif kawung maupun parang telah ada sejak masa lampau dan menyimpan pesan filosofis yang dalam.

“Walaupun kita tidak membuat batik, kita tetap harus mengenal bahwa filosofi-filosofi di dalamnya sungguh luar biasa,” tuturnya menegaskan.

 

Press Release: "Statistik Bicara, Publik Percaya: Merancang Pembangunan Berkelanjutan di Era Revolusi Data"

Selasa, 14 Oktober 2025 - Berlangsung kegiatan Kuliah Praktisi di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN “Veteran” Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Wakil Kepala BPS RI, Dr. Sonny Harry B. Harmadi, S.E., M.E., CRGP; Plt. Kepala BPS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Herum Fajarwati, M.M.; Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si.; Dekan FEB, Dr. Januar Eko Prasetio, S.E., M.Si.; serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Jamzani Sodik, S.E., M.Si. Hadir pula para dosen pembimbing Pojok Statistik, yaitu Dr. Sultan, S.E., M.Si., dan Ryan Setya Budi, S.E., M.Ec.Dev.

Dokumentasi Kegiatan

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Kepala BPS RI, Dr. Sonny Harry B. Harmadi, sebagai narasumber utama dengan tema “Statistik Bicara, Publik Percaya: Merancang Pembangunan Berkelanjutan di Era Revolusi Data”. Dalam kesempatan tersebut, juga diperkenalkan program VISION (Viewing Insight of Statistics in Our New Gen) dari Pojok Statistik UPN “Veteran” Yogyakarta, yang merupakan hasil kolaborasi antara BPS Kabupaten Sleman dan UPN “Veteran” Yogyakarta.

Acara dibuka dengan opening statement oleh Plt. Kepala BPS DIY, Ir. Herum Fajarwati, M.M., yang menekankan pentingnya peningkatan literasi statistik di kalangan akademisi. Selanjutnya, opening remarks disampaikan oleh Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga statistik dalam memperkuat kualitas pendidikan, terutama dalam memahami indikator-indikator strategis pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan wawasan mahasiswa terhadap data dan angka statistik.

Penyampaian materi inti dilakukan oleh Dr. Sonny Harry B. Harmadi dengan moderator Dr. Ardhito Bhinadi, S.E., M.Si., selaku Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan. Dalam paparannya, Dr. Sonny menekankan peran penting statistik dalam perencanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan di tengah arus besar revolusi data. Beliau juga memperkenalkan rencana kegiatan besar BPS pada tahun 2026, yaitu Sensus Ekonomi 2026, serta mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi dan mahasiswa, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.



Press Release: "Sosialisasi Perizinan Berusaha dan Non-berusaha di UPN "Veteran" Yogyakarta - Sesi 1"

YOGYAKARTA. Senin, 4 Agustus 2025 - DPMPTSP DIY bersama UPN “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi perizinan usaha dan non-usaha sebagai bagian dari program edukasi publik dan akademik. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan Laboratorium Ekonomi Mikro dan UMKM sebagai pusat pembelajaran dan informasi bagi mahasiswa dan pelaku usaha pemula.

         Bertempat di Ruang SPD 1 UPN “Veteran” Yogyakarta, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si., Nuri Achadiyanti, S.H., M.Si. Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP DIY, Helpdesk OSS Ibu Firna Hayyu Nindya Maritza, S.E., M.E.K., Bapak Dekan FEB UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Januar Eko Prasetio, S.E., M.Si., Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Dr. E. Diah Lufti Wijayanti, S.E., M.Si., Koordinator Laboratorium Ekonomi Mikro dan UMKM, bapak dan ibu dosen jurusan Ilmu Ekonomi FEB UPNVY, serta mahasiswa dari FEB UPN “Veteran” Yogyakarta.

         Acara dibuka oleh Ibu Nuri Achadiyanti, S.H., M.Si yang menekankan pentingnya pemahaman hukum usaha sejak dini. Beliau juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci penguatan literasi perizinan berbasis risiko. Dr. Januar Eko Prasetio, S.E., M.Si., selaku Dekan FEB menambahkan bahwa mahasiswa nantinya akan memiliki peran menyebarkan pemahaman legalitas usaha ke masyarakat, termasuk saat KKN.

         Selanjutnya Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si., dalam sesi dialog menyampaikan bahwa legalitas adalah bagian dari identitas dan integritas pelaku usaha, sehingga NIB ini sangat penting. Beliau juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan kendala perizinan secara langsung ke DPRD.

         Materi utama disampaikan oleh Ibu Firna Hayyu Nindya Maritza, S.E., M.E.K., yang menjelaskan sistem perizinan berbasis risiko yaitu rendah, menengah, tinggi, dengan masing-masing memiliki prosedur berbeda. Usaha berisiko rendah hanya memerlukan NIB dan pernyataan mandiri, sedangkan risiko lebih tinggi perlu verifikasi tambahan. Beliau juga menjelaskan pentingnya klasifikasi KBLI dan skala usaha, serta kemudahan bagi UMKM, seperti penerbitan otomatis PKKPR. Selain itu, beliau juga memandu praktik langsung pendaftaran NIB kepada para peserta yang membuktikan pembuatan NIB sangatlah mudah dan cepat.

         Sosialisasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman teknis mahasiswa tentang legalitas usaha, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tata kelola usaha berbasis hukum. DPMPTSP DIY berharap kegiatan ini mendukung pertumbuhan ekosistem investasi yang inklusif dan tertib di Yogyakarta.

 

LAMPIRAN: