PROFIL SINGKAT
Pada tanggal 27 Februari 1993 berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan RI nomor: Kep/01/1/1993, Fakultas Ekonomi disamping menyelenggarakan Jurusan Manajemen juga membuka dua jurusan baru yaitu Jurusan Ilmu Ekonomi dan Jurusan Akuntansi. Kegiatan akademik kedua jurusan dimulai pada tanggal 6 September 1993 dan dijadikan hari jadi kedua jurusan tersebut.
Tanggal 1 April 1995, UPN “Veteran” Yogyakarta beserta seluruh Fakultas dan jurusan yang dikelolanya beralih status dari Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Alih status ini dituangkan dalam surat keputusan bersama antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pertahanan Keamanan tanggal 29 November 1994 nomor: 0307/0/1994/Kep/10/X1/1994.
Terhitung mulai tanggal 6 Oktober 2016 UPN “Veteran” Yogyakarta ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2014. Selanjutnya melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2015 Fakultas Ekonomi UPN "Veteran" Yogyakarta resmi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
BULETIN INFORMASI
Survey Kelulusan (Tracer Study)

Press Release: "Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta dan Ming Chi University Taiwan Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat yang Berdampak dan Berkelanjutan"

Yogyakarta, 05 Oktober 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan. Kunjungan akademik MCUT terdiri dari 2 dosen dan 17 mahasiswa tersebut dimanfaatkan untuk berbagi praktik baik pengabdian masyarakat antara UPN “Veteran” Yogyakarta dan MCUT melalui workshop yang diselenggarakan pada Senin, 5 Oktober 2026. Workshop tersebut diikuti dosen dan mahasiswa dari enam program studi di lingkungan FEB dan membahas bagaimana pemberdayaan masyarakat oleh perguruan tinggi dapat memberi dampak nyata dan berkelanjutan.
Dalam workshop tersebut, Prof. Jau-Rong (Kelly) Chen, Ketua University Social Responsibility MCUT sekaligus Direktur IMBA memaparkan materi “From Research to Impact: Building Sustainable Academic Collaboration between Taiwan and Indonesia”. Ia memperkenalkan Sanxia Living Lab, ruang kolaborasi berkelanjutan antara dosen, mahasiswa, dan mitra lokal yang telah menjangkau lebih dari 4.351 peserta melalui 120 kegiatan, termasuk 986 peserta internasional dan 1.041 warga komunitas. Pendekatan ini dijalankan lewat model pembelajaran PLACE (Place-based learning, Local cultural immersion, Action-oriented collaboration, Cross-cultural communication, dan Experiential reflection) yang menghubungkan riset, perkuliahan, dan praktik di masyarakat dalam siklus yang terus diperbaiki berdasarkan masukan mitra.
Dari UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Avido Yuliestyan memaparkan model pengelolaan pengabdian yang mengintegrasikan hibah pengabdian dosen dengan KKN mahasiswa. Hibah menghadirkan peralatan dan keahlian, sementara tim KKN multidisiplin menghadirkan waktu, kehadiran, dan pendampingan harian. Di Desa Wonokromo, Wonosobo, misalnya, mesin pencacah sampah organik dipadukan dengan pengomposan dan budidaya maggot BSF, dilengkapi SOP, pelatihan, dan operator lokal agar sistem tetap berjalan setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Pengabdian Kolaboratif di Desa Wukirsari

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengabdian kolaboratif di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul pada tanggal 8 Oktober 2026, kegiatan tersebut diatur oleh tim internasional Jurusan Manajemen dengan peserta tim MCUT dengan diikuti mahasiswa dari 3 jurusan di FEB. Wukirsari merupakan salah satu desa dampingan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pada semester genap 2025/2026, Program Studi S1 Manajemen juga telah melaksanakan program MBKM Bina Desa di desa tersebut. Kegiatan Bina Desa telah diikuti oleh 10 mahasisa dan selama 1 semester mahasiswa belajar di Desa tersebut untuk dapat konversi 12-20 SKS.
Menurut Ketua Jurusan Manajemen, Dr. Titik Kusmantini, S.E., M.Si, program Bina Desa telah menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi mitra, antara lain pendampingan pemasaran digital, penyusunan basis data berbasis aplikasi, serta draf buku Kekayaan Intelektual tentang motif batik koleksi Paguyuban Batik Tulis Giriloyo.
Ketua Bina Desa, Safina, menjelaskan bahwa basis data motif dan filosofi batik disusun untuk mengedukasi wisatawan lokal maupun mancanegara. Cukup dengan memindai barcode pada setiap kain di showroom paguyuban, wisatawan dapat mengetahui perajin pembuatnya, harga, waktu produksi, serta nama dan filosofi motif kain tersebut.
Kaprodi S1 Manajemen, Asri Sekar Firdaus, S.M, M.Sc, menambahkan bahwa desa binaan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenali potensi dan permasalahan desa, sekaligus merumuskan pemecahan masalah bersama mitra.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Titik Kusmantini, S.E., M.Si, mewakili tim abdimas “Pemberdayaan UKM Batik Berbasis Lean Six Sigma di Paguyuban Batik Tulis Giriloyo, Wukirsari, Bantul”. Selaku ketua pengabdi hibah PkM Internal (2026) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa sepatu boot, sarung tangan karet, dan celemek berbahan karet untuk dipakai perajin dalam melakukan kegiatan proses pelorodan warna. Alat ini meningkatkan safety bagi perajin batik, selain mendukung lingkungan kerja yang sudah di desain tata ulang lebih ergonomis, aman dan mendukung pergerakan waktu produksi yang lebih cepat. Program abdimas lain yang dilakukan tim abdimas adalah memberikan edukasi bagi para perajin untuk memahami diagram alur atau tahapan proses membatik apa saja yang menjadi bottleneck dan tidak menghasilkan nilai tambah beserta mencari solusi bersama untuk tindak lanjut mitigasi atas permasalahan dalam proses produksi.
Kegiatan ini menegaskan gagasan yang disampaikan kedua narasumber: pemberdayaan yang berdampak lahir dari kerja sama yang berulang, berakar pada kebutuhan lokal, dan melibatkan mitra sejak awal. Tim MCUT selama berkunjung di Yogyakarta (3-10 Oktober 2026) telah melakukan rangkaian kegiatan kolaboratif, harapan Prof Januar Eko Prasetio, SE, MSi, Akt ke depan kedua institusi membuka peluang kolaborasi lanjutan. Misalkan seperti studi kasus komparatif pembangunan lokal, tim mahasiswa lintas universitas, dan pertukaran dosen untuk mengembangkan riset dan pengajaran bersama.
Ucapan Selamat kepada Calon Relawan Pajak Tahun 2026

Pembukaan Pendaftaran Pelatihan Brevet Pajak A/B Plus Sertifikasi Kompetensi CTT dan BNSP Angkatan XXXIV

Tax Center Jurusan Akuntansi FEB UPN "Veteran" Yogyakarta
Membuka Pendaftaran Pelatihan Brevet Pajak A/B Plus Sertifikasi Kompetensi CTT dan BNSP Angkatan XXXIV
Materi:
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
Pajak Penghasilan pasal 21 TER
Pajak Penghasilan pasal 22, 23, dan 4 ayat 2
Pajak Penghasilan pasal 15, 19, dan 26
Pajak Penghasilan Orang Pribadi
Pajak Penghasilan Badan
Akuntansi Pajak
PPN dan PPnBM
Bea Materi dan Pajak Daerah
Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak
Perencanaan Pajak
Komputer Pajak
Praktik Pengisian SPT Coretaxify
Waktu Pendaftaran:
1 September - 4 Oktober 2025
Waktu Pelaksanaan:
Tanggal: 6 Oktober - 30 November 2025
Waktu: 18.30 – 20.30 WIB
Lokasi: Online
30x Pertemuan
10x Ujian Post-test materi
4x Ujian praktik + Ujian Kompetensi
Biaya
- Biaya Pendaftaran: Rp. 150.000,-
- Biaya Pelatihan: Rp. 2.000.000,-
Fasilitas:
- Ilmu yang bermanfaat
- e-modul
- Akses Coretaxify
- Cerdas Pajak
- Sertifikat Brevet A/B
- Sertifikat Kompetensi Certified Tax Technician (CTT) dari ATPI
- Sertifikat Kompetensi BNSP Klaster Perpajakan
Link Pendaftaran:
https://bit.ly/BrevetSertifikasiUPNVYXXXIV
CP. Indah Kartika
081328244028
Salam,
Tax Center UPN "Veteran" Yogyakarta
Press Release: "Webinar Internasional Jurusan Akuntansi FEB UPNVY Kupas Tata Kelola Sektor Publik untuk Pembangunan Inklusif dan Berdampak"

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan 4 Windu Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta, diselenggarakan Webinar Internasional bertajuk “Strengthening Public Sector Governance for Inclusive & Impactful Development: Public Governancy Contextualization in Indonesia” pada Jumat, 12 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan Vogy Gautama Buanaputra, Ph.D, AFHEA (Cardiff University UK sekaligus Chairman of Indonesian Public Sector National Corporate Governance Committee) sebagai keynote speaker, dengan Ida Ayu Purnama, S.E., M.Sc. (Dosen Akuntansi UPNVY) bertindak sebagai moderator.
Acara berlangsung secara hybrid, dengan partisipasi langsung di Kampus FEB UPNVY serta partisipasi daring. Sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan ini, baik secara luring maupun daring, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif serta perhatian yang besar terhadap isu-isu tata kelola sektor publik.
Dalam paparannya, Dr. Vogy menekankan pentingnya memahami pergeseran paradigma teori dalam memotret entitas sektor publik. Ia menyoroti kegagalan umum dalam mengadopsi teori bisnis secara langsung ke sektor publik, yang kerap tidak selaras dengan karakteristik unik lembaga pemerintah. Lebih lanjut, pembicara memaparkan empat pilar utama public sector governancy yang menjadi landasan penting dalam menciptakan tata kelola sektor publik yang inklusif, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang diskusi strategis mengenai praktik tata kelola sektor publik di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, webinar ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Jurusan Akuntansi FEB UPNVY dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan 4 Windu Jurusan Akuntansi FEB UPNVY mengusung tema umum #BerkolaborasiBerprestasi, sebagai wujud komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik akuntansi di Indonesia.
LAMPIRAN AKREDITASI: